+62 878-6274-7444

pemdes@kemutuglor-baturraden.desa.id

Permohonan Online

Anda dapat mengajukan secara permohonan online

Produk Warga

Jelajahi produk lokal buatan dari para warga kami untuk Anda

Lapor/Aduan/Saran

Anda dapat melaporkan aduan dan memberi saran maupun kritik

Kemutug Lor, 4 Juli 2026 – Pemerintah Desa Kemutug Lor sukses menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Peringatan Tahun Baru Hijriah 1448 H/Suraan Kemutug Lor Tahun 2026 yang dipadukan dengan Sosialisasi Penyelenggaraan Promosi Kesehatan dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Banyumas. Kegiatan yang berlangsung di area parkir Embung Kemutug Lor tersebut mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat dan menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar di Desa Kemutug Lor pada tahun ini.

Rangkaian kegiatan telah diawali sejak pagi hari dengan pelaksanaan Wayang Ruwat Desa sebagai wujud doa bersama memohon keselamatan, keberkahan, serta kesejahteraan bagi masyarakat Desa Kemutug Lor. Memasuki malam hari, acara inti dimulai tepat pukul 20.00 WIB diawali dengan pra acara gending pembuka yang menghadirkan suasana khidmat sekaligus menambah semarak peringatan malam Suraan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bapak Juli Krisdianto, S.E., Camat Baturraden, Kapolsek Baturraden, Danramil Baturraden, narasumber dari BNN Kabupaten Banyumas, perwakilan BBPTUHPT Baturraden, Kepala Desa Kemutug Lor beserta perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD), Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua TP PKK Desa Kemutug Lor, Karang Taruna, para Ketua RW dan Ketua RT, Para Donatur, Gapoktan, tokoh agama, tokoh masyarakat, sponsor kegiatan, serta ratusan tamu undangan lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan laporan panitia dan sambutan Kepala Desa Kemutug Lor, Bpk Sarwono. Dalam sambutannya, Bpk Sarwono menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Hijriah dan Suraan merupakan momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, melestarikan budaya leluhur, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat dan menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Juli Krisdianto, S.E., Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, yang memberikan apresiasi atas inovasi Pemerintah Desa Kemutug Lor dalam mengemas kegiatan budaya dengan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi contoh bahwa pelestarian budaya dapat menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Memasuki agenda utama, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi P4GN. Materi pertama disampaikan oleh Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah, S.STP., M.Si., yang menekankan pentingnya sinergi pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Selanjutnya, materi inti disampaikan oleh narasumber dari BNN Kabupaten Banyumas, Faisal Bisma, yang mengulas berbagai bentuk ancaman penyalahgunaan narkotika, modus peredarannya yang terus berkembang, dampak buruk bagi kesehatan dan kehidupan sosial, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Peserta sosialisasi juga diajak untuk berperan aktif menjadi bagian dari gerakan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dengan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta berani melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Usai sosialisasi, suasana semakin meriah dengan dimulainya Pagelaran Wayang Kulit. Penampilan diawali oleh Dalang Cilik Dimas Buyut Soegino, yang berhasil memukau penonton melalui kepiawaiannya memainkan wayang di usia muda. Penampilan tersebut menjadi simbol regenerasi seni pedalangan sekaligus bukti bahwa budaya wayang terus hidup di tengah generasi penerus.

Selanjutnya, panggung utama diambil alih oleh Ki Dalang Gandhik Wayah Soegino dengan iringan gamelan yang harmonis dan interaksi dalang dengan penonton membuat suasana pagelaran semakin hidup dan menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah di sekitar Baturraden.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Sejak awal hingga menjelang subuh, kawasan Embung Kemutug Lor dipadati ribuan penonton yang datang bersama keluarga untuk menikmati pertunjukan. Area parkir yang telah disiapkan juga terisi penuh oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan budaya yang dikemas secara edukatif tersebut.

Pagelaran Wayang Kulit berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif berkat dukungan seluruh panitia, aparat keamanan, serta partisipasi masyarakat. Seluruh rangkaian acara akhirnya selesai pada pukul 04.15 WIB dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Kemutug Lor berharap tradisi Suraan tidak hanya menjadi agenda pelestarian budaya semata, tetapi juga menjadi hiburan, sarana memperkuat persatuan masyarakat, meningkatkan literasi kesehatan, serta menumbuhkan kesadaran kolektif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Sinergi antara pemerintah desa, BNN, Forkopimcam, lembaga desa, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Desa Kemutug Lor yang maju, berbudaya, sehat, dan Bersinar (Bersih Narkoba).

(ZR)